Saturday, November 23, 2013

HARMONI NEGERI DALAM ACARA SADRANAN DAN SEDEKAH BUMI ( RITUAL SADRAN MANDUNG TAHAP 2 )

Jika pada posting beberapa minggu yang lalu , Saya sempat membahas ritual Sadran Mandung untuk menyambut Bulan Suro, untuk kesempatan kali ini , Saya akan menjelaskan hasil rekaman video yang saya ambil ketika mengikuti tradisi Sadran Mandung dan ritual sedekah bumi pada hari Jum'at tanggal 22 November 2013 tepatnya pukul 07.00-11.00 siang 

Pagi itu, di hari Jumat yang cerah, ketika Saya hendak keluar rumah untuk membeli sarapan pagi, terdengar bunyi khas musik terbangan dan tabuhan genderang barongsai di dekat SD Susukan yang hanya berjarak 200 meter saja dari rumah Saya.....setelah mendengarnya, Rasa penasaran Saya semakin menjadi-jadi dan saya memutuskan untuk menuju ke sumber suara dan mengurungkan niat Saya untuk membeli sarapan semangkok bubur ayam hangat di dekat alun-alun Ungaran.........
Hingga sampa akhirnya...Saya tiba di lokasi sumber suara dan benar saja ternyata sedang ada arak-arakan pawai sedekah bumi menuju ke makam Ki Mandung yang terletak di kawasan perbukitan Gunung Kalong....sebelum itu saya akan menjelaskan sebentar tentang prosesi Sadran Mandung yang memang digelar selama dua kali selama bulan Suro..yakni yang pertama kemarin dilaksanakan pada tanggal 1 November (awal bulan Suro dalam kalender Jawa) dan ritual yang kedua ini digelar pada hari Jumat ( 22 November 2013 )........Acara ini diadakan untuk  mengucapkan rasa syukur terhadap Tuhan atas rejeki yang telah diberikan selama setahun terakhir melalui simbolisasi tumpeng sedekah bumi yang diarak....Selain itu , acara ini juga diadakan untuk mengingat jasa Ki Mandung selaku Sesepuh Desa Susukan yang telah berjasa membangun desa ini ............

prosesi Arak-arakan diawali dengan kirab yang dilakukan oleh grup terbangan yang menaiki mobil pick-up bak terbuka yang berisi kelompok bapak-bapak penerbang , kemudian di barisan kedua diikuti oleh barisan beberapa orang warga pria dan wanita yang mengenakan pakaian jawa  tradisional, kemudian di barisan ketiga diikuti oleh kelompok arak-arakan dua buah kembang manggar besar yang dibawa oleh 2 orang siswa laki-laki Mts Miftafhul Ulum ( MU ) yang diiringi dengan tabuhan musik marching-band Mts ini, di barisan keempat diikuti oleh barisan arak-arakan tumpeng sedekah bumi yang diawali dengan barisan tumpeng berisi lauk-pauk dan nasi, diikuti barisan tumpeng Buah segar, dan diakhiri dengan arakan tumpeng sayur-mayur..........dibelakang arak-arakan tumpeng, masih dimeriahkan dengan kesenian tari Barongsai dan tabuhan genderang dan simbal khas Tionghoa sumbangan dari wihara Avalokitesvara Gunung Kalong yang turut andil bagian dalam acara sedekah bumi di setiap tahunnya......di barisan akhir arak-arakan diakhiri dengan barisan bapak-bapak dan ibu-ibu yang membawa lauk-pauk dan nasi hangat dengan cara digendong menyamping mengggunakan kain batik.......sungguh menarik dan Indonesia Banget.........   



Naik-naik ke gunung Kalong.....untuk ikut Sadranan...kiri-kanan kulihat saja..banyak pathok kuburan..ha..haa...

Arak-arakan diwali atau mengambil garis start kirab dari SDN Susukan menuju ke makam Ki Mandung yang berada di Bukit Kalong yang letaknya bersebelahan dengan Wihara Avalokitesvara.....

Arak-arakan menunjukkan perpaduan yang apik antara budaya Jawa, Islam, dan Tionghoa yang dikemas menjadi satu dalam acara Sadranan dan sedekah Bumi Desa Susukan.....



Setelah tiba di atas perbukitan Gunung Kalong, warga melakukan acara doa bersama dimakam masing-masing anggota keluarga yang telah meninggal dan setelah itu diakhiri dengan acara santap hidangan bersama di area makam ..........Nikmat bukan.........................Dalam acara ini warga diperkenankan untuk saling bertukar makanan dengan warga lain untuk menciptakan rasa keakraban yang intim antar sesama warga desa....


Sabar kang...ojo grusa-grusu...kabeh kumanan tumpenge kok.....ojo do gencet-gencetan..ndak do semaput...

Mberesi panganan turahan sadran nda..lumayan iso nggo mangan awan..daripada dibuwak-buwak..ndak mubazir to yu.....


Acara santap bersama diakhiri dengan acara doa bersama di Makam Ki Mandung dan diakhiri dengan acara grebeg tumpeng sedekah bumi dan berebut kembang manggar yang dipercaya bisa membawa keberuntungan apabila dibawa pulang.........


Malam harinya, masih dalam satu rangkaian acara yang sama, diadakanlah pasar rakyat yang menyajikan pertunjukkan kethoprak dan wayangan yang bertujuan untuk mengusir hawa negatif di seluruh penjuru desa......


BEGITULAH RANGKAIAN ACARA SADRANAN DAN SEDEKAH BUMI DI DESA SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG..

ITULAH SEPENGGAL KISAH  TENTANG JAWA TENGAHKU.....LALU MANA CERITA TENTANG JAWA TENGAHMU?




No comments: